<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>parklife</title>
	<atom:link href="http://parklife.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://parklife.wordpress.com</link>
	<description>life is a choice, so chose your life</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Nov 2009 14:21:59 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language></language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='parklife.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/75ae56bd9084133ffbe299dc82acd876?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>parklife</title>
		<link>http://parklife.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://parklife.wordpress.com/osd.xml" title="parklife" />
		<item>
		<title>Bisnis laundry, masihkah ada peluang?</title>
		<link>http://parklife.wordpress.com/2009/11/10/bisnis-laundry-masihkah-ada-peluang/</link>
		<comments>http://parklife.wordpress.com/2009/11/10/bisnis-laundry-masihkah-ada-peluang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 14:21:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parklife</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parklife.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Namanya juga bisnis, ya tentu bisa aja segala macam usaha di geluti, yang penting bisa ngga kita melakukannya, senang ngga dengan pekerjaannya dan yang paling penting bisa menghasilkan uang ngga dari bisnis tersebut.
Ngga usah muluk-muluk deh, kita bisa mulai dari yang           resikonya kecil, dan juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parklife.wordpress.com&blog=110086&post=40&subd=parklife&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Namanya juga bisnis, ya tentu bisa aja segala macam usaha di geluti, yang penting bisa ngga kita melakukannya, senang ngga dengan pekerjaannya dan yang paling penting bisa menghasilkan uang ngga dari bisnis tersebut.</p>
<p>Ngga usah muluk-muluk deh, kita bisa mulai dari yang           resikonya kecil, dan juga modalnya cuman jutaan.</p>
<p>Bisnis laundry begitu juga, dari yang namanya tukang cuci pakaian tetangga sampai tukang cuci sekelas &#8220;5 a&#8217;sec&#8221; yang cabangnya dimana-mana, itu adalah suatu bisnis yang mungkin bisa diambil contoh.</p>
<p>Dibawah ini ada tulisan, yang ditulis oleh Bambang Mulatho dan Endang Priyono, berisikan mengenai bisnis laundry yang mungkin bisa jadi ide buat rekan-rekan kalau tertarik untuk digeluti sebelum punya pilihan usaha yang lain.</p>
<p>Bisnis laundry ternyata cukup tahan menghadapi krismon. Lihat saja PT. Kreamindo (5 a&#8217;sec), Big Mas, Martinizing yang hingga kini tetap berkibar. Begitu pula halnya nasib sejumlah binatu tradisional. Mereka justru makin eksis.</p>
<p>Tentunya ada kiat-kiat tertentu hingga mereka sukses membangun usaha tersebut. Menurut pemilik Abarukmo Laundry, Ririn, 30 tahun, sebelum membuka usaha ia pernah bekerja disebuah perushaan laundry. Disitu ia belajar seluk beluk bisnis binatu.</p>
<p>Belakangan ia bersama suaminya yaitu Sugondo, Ririn membuka usaha sendiri. Modal awalnya cuma Rp. 3 Juta. Itu sudah termasuk sewa tempat di Jlan Porselin I Rawangun dan pembelian mesin pengering manual yang harus dikontrol setiap waktu. Bandingkan dengan perusahaan lain yang menggunakan boiller.</p>
<p>Selama 11 tahun membangun usaha, omzet kotor perbulan sekitar 25 juta rupiah. Bahkan disaat krismon lagi hangat-hangatnya, pendapatan masih diatas Rp. 20 juta.</p>
<p>Saat ini Ambarukmo Laundry yang sudah membuka 50 agen memiliki sejumlah pelanggan tetap. Selain perorangan, ada juga yang berasal dari hotel dan pusat-pusat olah raga. Misalnya Hotel Cempaka, Padang Golf Halim, Senayan Golg. Mereka ada yang langsung datang ketempatnya tanpa agen.</p>
<p><strong>Beberapa Kunci Sukses<br />
Bisnis Laundry :</strong></p>
<ol>
<li>Pilihlah Lokasi yang bagus.</li>
<li>Memiliki mesin cuci, mesin pengering dan mesin               penggosok.</li>
<li>Pastikan kita punya resep untuk penghilang noda.</li>
<li>Yang pengalamannya masih nol, disarankan menimba pengalaman dengan menjadi agen. Kemudian tingkatkan pengetahuan mengenai cara menggosok dan cara mencuci yang baik.</li>
<li>Untuk pertama kali disarankan mencari rekanan               minimal 3 agen.</li>
<li>Sebisa mungkin kendalikan sendiri usaha laundry               dan memantau langsung mampu atau tidaknya agen.</li>
<li>Mengerjakan dengan tepat waktu pesanan langganan dan jangan sampai mengecewakannya. Kalau ada komplain cucian kurang bersih dan minta diulang, harus dilayani tanpa ongkos tambahan.</li>
<li>Perlakukan karyawan dan agen sebagai mitra kerja.               Tanpa mereka berarti tidak ada uang masuk.</li>
<li>Harus bisa megatur keuangan dengan               sungguh-sungguh. Mana yang harus didahulukan harus jelas.</li>
<li>Agar usaha tetap berkembang, pembagian prosentase               dengan agen harus wajar.</li>
<li>Buatlah perjanjian dan tepati, misalnya tentang               baju rusak atau baju hilang.</li>
<li>Memanfaatkan management yang baik dan disiplin. Misalnya biasa 3 hari selesai, usahakan lebih singkat. Kalau bisa pagi diterima siang sudah jadi.</li>
<li>Buatlah pembukuan yang rapi. Harus dipisahkan               antara pengantaran, pengambilan, buku agen dan lain-lain.</li>
<li>Buatlah rekapitulasi dari setiap agen pada setiap               akhir bulan.</li>
</ol>
<p>Mudah-mudahan dengan informasi yang sedikit tersebut dan beberapa kiat untuk menjadi Pengusaha Bisnis Laundry yang suskes dapat menjadi inspirasi teman-teman.</p>
<p>Selamat menjadi tukang cuci, minimal tukang cuci sementara dirumah,           gantiin istri untuk yang  belum dapat kerjaan.</p>
<p><a href="http://wirausaha.itgo.com/loundry.htm">sumber</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parklife.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parklife.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parklife.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parklife.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parklife.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parklife.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parklife.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parklife.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parklife.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parklife.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parklife.wordpress.com&blog=110086&post=40&subd=parklife&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parklife.wordpress.com/2009/11/10/bisnis-laundry-masihkah-ada-peluang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/74737c5c27419f9b4605aa87970184a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parklife</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KFIR brigade (tentara zionis Israel)</title>
		<link>http://parklife.wordpress.com/2009/11/10/kfir-brigade-tentara-zionis-israel/</link>
		<comments>http://parklife.wordpress.com/2009/11/10/kfir-brigade-tentara-zionis-israel/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 14:14:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parklife</dc:creator>
				<category><![CDATA[general]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parklife.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Zionis-Israel merupakan pelayan Lucifer atau Iblis dalam arti sesungguhnya. Nenek moyang mereka, Bani Israil telah cenderung pada kesesatan ketimbang jalan lurus. Mereka lebih suka mengikuti Samiri laknatullah ketimbang menuruti jalan tauhid yang di bawa Musa allaihissalam. Mereka membuang Taurat dan mengambil Talmud, kitab sihir yang ditulis oleh 70 pendetanya di Babilonia, sebagai kitab jalan hidup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parklife.wordpress.com&blog=110086&post=36&subd=parklife&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Zionis-Israel merupakan pelayan Lucifer atau Iblis dalam arti sesungguhnya. Nenek moyang mereka, Bani Israil telah cenderung pada kesesatan ketimbang jalan lurus. Mereka lebih suka mengikuti Samiri laknatullah ketimbang menuruti jalan tauhid yang di bawa Musa allaihissalam. Mereka membuang Taurat dan mengambil Talmud, kitab sihir yang ditulis oleh 70 pendetanya di Babilonia, sebagai kitab jalan hidup mereka.</p>
<p>Sampai sekarang Zionis-Israel menganggap kitab sucinya adalah Talmud dan bukan Taurat. Semua pendukung mereka adalah pendukung Lucifer, Iblis, atau Dajjal. Dan di hari akhir kelak, Zionis-Israel akan menjadi tulang punggung bagi pasukan Dajjal. Pasukan Imam Mahdi akan menghancurkannya, sesuai dengan hadits Rasulullah Saw dan firman Allah Swt.</p>
<p>Berbagai hadits menyatakan jika Dajjal memiliki satu mata. Simbol ini dengan jelas tertera di dalam lembaran satu dollar Amerika Serikat. Dollar adalah mata uang Dajjal. Dan sekelompok elit yang menguasai Amerika Serikat (dan juga seluruh Eropa dengan Uni Eropanya) merupakan pelayan dari Dajjal.</p>
<p>Rasulullah Saw bersabda, “<em>Aku memperingatkan kalian untuk melawannya (Dajjal)” dan tidak ada Nabi yang tidak memperingatkan umatnya untuk melawannya. Tapi aku akan mengatakan sesuatu yang belum pernah diungkapkan oleh para Nabi sebelumku. <strong>Kalian harus tahu bahwa dia bermata satu.</strong> Dan Allah tidak bermata satu.</em>” (Shahih Bukhari)</p>
<p>Ribuan tahun lalu, orang-orang Mesir kuno sudah mengenalnya. Salah satu aksara Mesir Kuno, Hieroglyph, berbentuk mata satu yang merupakan simbol Dewa Ra, Dewa Matahari.</p>
<p>Ciri-ciri fisik Dajal, selain bermata satu, di jidatnya juga ada aksara Arab “<em>Ka Fa Ra</em>” atau <em>Kafir</em>. Kafir berarti “Tidak mempercayai”. Dajjal dan para pengikutnya memang tidak percaya pada Allah Swt, karena mereka lebih percaya pada Iblis atau Lucifer.</p>
<p>Sebagai pelayan setia dari kekuatan Dajjal, Zionis-Israel memang bangga dengan segala atribut dan simbol Luciferianistiknya. Salah satunya Brigade Kfir atau “Brigade Kafir”. Mereka menamakan hal itu dengan penuh kesadaran, penuh kesombongan, dan pemahaman yang baik tentang kekafiran.</p>
<p>Kfir Brigade merupakan brigade elit Israeli Defenses Force (IDF). Brigade ini dibentuk sebagai 900th Brigade atau Brigade ke-900, yang masuk dalam unit paling elit satuan infanteri IDF di bawah Kementerian Pertahanan Israel. Brigade Kfir berda di bawah komando Divisi 162 (Utzvat Haplada). Nama aslinya atau Brigade “KFR”, karena sistem huruf Ibrani tidak mengenal huruf hidup. KFR adalah huruf yang sama yang tertulis di jidat Dajjal. Brigade ini dipimpin Kolonel Eyal Nosovsky dan berada dalam Regional West Bank Division, dekat dengan wilayah Palestina yang dikendalikan oleh Mahmud Abbas, orang Palestina yang lebih banyak melayani kepentingan Zionis-Israel.</p>
<p>Selain untuk nama Brigade Elit, Zionis-Israel juga menamakan salah satu pesawat tempurnya dengan sebutan Kfir.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parklife.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parklife.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parklife.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parklife.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parklife.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parklife.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parklife.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parklife.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parklife.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parklife.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parklife.wordpress.com&blog=110086&post=36&subd=parklife&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parklife.wordpress.com/2009/11/10/kfir-brigade-tentara-zionis-israel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/74737c5c27419f9b4605aa87970184a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parklife</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>berani gagal</title>
		<link>http://parklife.wordpress.com/2009/11/10/berani-gagal/</link>
		<comments>http://parklife.wordpress.com/2009/11/10/berani-gagal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 14:07:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parklife</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parklife.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Hanya orang yang berani gagal total, akan meraih keberhasilan total.&#8221; – John F Kennedy
PERNYATAAN John. F. Kennedy ini saya yakini kebenarannya. Itu bukan sekedar retorika, tetapi memang sudah terbukti dalam perjalanan hidup saya. Gagal total itulah awal karier bisnis saya.
Pada akhir 1981, saya merasa tak puas dengan pola kuliah yang membosankan. Saya nekad meninggalkan kehidupan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parklife.wordpress.com&blog=110086&post=30&subd=parklife&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p><em>&#8220;Hanya orang yang berani gagal total, akan meraih keberhasilan total.&#8221; – John F Kennedy</em></p></blockquote>
<p>PERNYATAAN John. F. Kennedy ini saya yakini kebenarannya. Itu bukan sekedar retorika, tetapi memang sudah terbukti dalam perjalanan hidup saya. Gagal total itulah awal karier bisnis saya.</p>
<p>Pada akhir 1981, saya merasa tak puas dengan pola kuliah yang membosankan. Saya nekad meninggalkan kehidupan kampus. Saat itu saya berpikir, bahwa gagal meraih gelar sarjana bukan berarti gagal dalam mengejar cita-cita lain. Di tahun 1982, saya kemudian mulai merintis bisnis bimbingan tes Primagama, yang belakangan berubah menjadi Lembaga Bimbingan Belajar Primagama.</p>
<p>Bisnis tersebut saya jalankan dengan jatuh bangun. Dari awalnya yang sangat sepi peminat – hanya 2 orang – sampai akhirnya peminatnya membludak hingga Primagama dapat membuka cabang di ratusan kota, dan menjadi lembaga bimbingan belajar terbesar di Indonesia.</p>
<p>Dalam kehidupan sosial, memang kegagalan itu adalah sebuah kata yang tidak begitu enak untuk didengar. Kegagalan bukan sesuatu yang disukai, dan suatu kejadian yang setiap orang tidak menginginkannya. Kita tidak bisa memungkiri diri kita, yang nyata-nyata masih lebih suka melihat orang yang sukses dari pada melihat orang yang gagal, bahkan tidak menyukai orang yang gagal.</p>
<p>Maka, bila Anda seorang entrepreneur yang menemui kegagalan dalam usaha, maka jangan berharap orang akan memuji Anda. Jangan berharap pula orang di sekitar anda maupun relasi Anda akan memahami mengapa Anda gagal.<br />
Jangan berharap Anda tidak disalahkan. Jangan berharap juga semua sahabat masih tetap berada di sekeliling Anda. Jangan berharap Anda akan mendapat dukungan moral dari teman yang lain. Jangan berharap pula ada orang yang akan meminjami uang sebagai bantuan sementara. Jangan berharap bank akan memberikan pinjaman selanjutnya.</p>
<p>Mengapa saya melukiskan gambaran yang begitu buruk bagi seorang entrepreneur yang gagal? Begitulah masyarakat kita, cenderung memuji yang sukses dan menang. Sebaliknya, menghujat yang kalah dan gagal. Kita sebaiknya mengubah budaya seperti itu, dan memberikan kesempatan kepada setiap orang pada peluang yang kedua.</p>
<p>Menurut pengalaman saya, apabila orang gagal, maka tidak ada gunanya murung dan memikirkan kegagalannya. Tetapi perlu mencari penyebabnya. Dan justru kita harus lebih tertantang lagi dengan usaha yang sedang kita jalani yang mengalami kegagalan itu. Saya sendiri lebih suka mempergunakan kegagalan atau pengalaman negatif itu untuk menemukan kekuatan-kekuatan baru agar bisa meraih kesuksesan kembali.</p>
<p>Sudah tentu, kasus kegagalan dalam bisnis maupun dunia kerja, saat krisis ekonomi kian merebak dan bertambah. Ribuan orang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan kehilangan mata pencahariannya. Sungguh ironis, seperti halnya kita, suka atau tidak suka, setiap manusia pasti akan mengalami berbagai masalah, bahkan mungkin penderitaan.<br />
Bagi seorang entrepreneur, sebaiknya jangan sampai terpuruk dengan kondisi dan suasana seperti itu. Kita harus berani menghadapi kegagalan, dan ambil saja hikmahnya (kejadian dibalik itu). Mungkin saja kegagalan itu datang untuk memuliakan hati kita, membersihkan pikiran kita dari keangkuhan dan kepicikan, memperluas wawasan kita, serta untuk lebih mendekatkan diri kita kepada Tuhan. Untuk mengajarkan kita menjadi gagah, tatkala lemah. Menjadi berani ketika kita takut. Itu sebabnya mengapa saya juga sepakat dengan pendapat Richard Gere, aktor terkemuka Hollywood, yang mengatakan bahwa kegagalan itu penting bagi karier siapapun.</p>
<p>Mengapa demikian? Karena selama ini banyak orang membuat kesalahan sama, dengan menganggap kegagalan sebagai musuh kesuksesan. Justru sebaliknya, kita seharusnya menganggap kegagalan itu dapat mendatangkan hasil. Ingat, kita harus yakin akan menemukan kesuksesan di penghujung kegagalan.</p>
<p>Ada beberapa sebab dari kegagalan itu sendiri. Pertama, kita ini sering menilai kemampuan diri kita terlalu rendah. Kedua, setiap bertindak, kita sering terpengaruh oleh mitos yang muncul di masyarakat sekitar kita. Ketiga, biasanya kita terlalu “melankolis” dan suka memvonis diri terlebih dahulu, bahwa kita ini dilahirkan dengan nasib buruk. Keempat, kita cenderung masih memiliki sikap, tidak mau atau tidak mau tahu dari mana kita harus memulai kembali suatu usaha.</p>
<p>Dengan mengetahui sebab kegagalan itu, tentunya akan membuat kita yakin untuk bisa mengatasinya. Bila kita mengalami sembilan dari sepuluh hal yang kita lakukan menemui kegagalan, maka sebaiknya kia bekerja sepuluh kali lebih giat. Dengan memiliki sikap dan pemikiran semacam itu, maka akan tetap menjadikan kita sebagai sosok entrepreneur yang selalu optimis akan masa depan. Maka, sebaiknya janganlah kita suka mengukur seorang entrepreneur dengan menghitung berapa kali dia jatuh. Tapi ukurlah, berapa kali ia bangkit kembali.</p>
<p>sumber: <a href="http://www.purdiechandra.net/modal-awal/2009/03/berani-gagal/">http://www.purdiechandra.net/</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parklife.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parklife.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parklife.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parklife.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parklife.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parklife.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parklife.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parklife.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parklife.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parklife.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parklife.wordpress.com&blog=110086&post=30&subd=parklife&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parklife.wordpress.com/2009/11/10/berani-gagal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/74737c5c27419f9b4605aa87970184a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parklife</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Merindukan Sosok Umar Bin Abdul Aziz</title>
		<link>http://parklife.wordpress.com/2006/09/20/merindukan-sosok-umar-bin-abdul-aziz/</link>
		<comments>http://parklife.wordpress.com/2006/09/20/merindukan-sosok-umar-bin-abdul-aziz/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Sep 2006 13:03:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parklife</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parklife.wordpress.com/2006/09/20/merindukan-sosok-umar-bin-abdul-aziz/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika diangkat menjadi khalifah, Umar bin Abdul Aziz mendatangi beberapa ulama untuk meminta nasehat. Salah satu ulama tersebut, Hasan Al Bashri, menasehatinya seperti ini : Anggaplah rakyat seperti ayahmu, saudaramu, dan anakmu. Berbaktilah kepada mereka seperti engkau berbakti pada ayahmu, peliharalah hubungan baik dengan mereka seperti dengan saudaramu, dan sayangilah mereka seperti engkau menyayangi anakmu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parklife.wordpress.com&blog=110086&post=22&subd=parklife&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span class="isi"><span style="color:black;font-family:Verdana;font-size:10pt;">Ketika diangkat menjadi khalifah, Umar bin Abdul Aziz mendatangi beberapa ulama untuk meminta nasehat. Salah satu ulama tersebut, Hasan Al Bashri, menasehatinya seperti ini : Anggaplah rakyat seperti ayahmu, saudaramu, dan anakmu. Berbaktilah kepada mereka seperti engkau berbakti pada ayahmu, peliharalah hubungan baik dengan mereka seperti dengan saudaramu, dan sayangilah mereka seperti engkau menyayangi anakmu &#8220;Nasehat ini diingat dan dijalankan dengan baik oleh Umar Bin Abdul Aziz”.</span></span></p>
<p>Umar Bin Abdul khalifah yang kita kenal dengan kezuhudannya, yang terkenal dengan kehati-hatiannya dalam mengggunakan harta milik rakyatnya, sampai-sampai beliau pernah menutup hidung saat melintas di Baitul Mal yang kala itu sedang merebak bau harum kesturi di sana. Seorang petugas Baitul Mal terheran-heran dan bertanya, &#8221; Wahai khalifah, kenapa engkau menutup hidungmu?&#8221; Umar bin Abdul Aziz menjawab, &#8220;Aku tak mau memakan harta rakyatku sedikit pun, walau hanya dengan menghirup harum kesturi ini &#8221; Ialah khalifah yang dijuluki oleh para ulama sebagai Khulafaur Rasyidin ke-5, saking akhlaknya yang mendekati para Khulafaur Rasyidin yang empat itu.</p>
<p>Sekarang? Susah rasanya berharap, hanya sekedar berharap pemimpin-pemimpin kita mau meniru Khalifah Umar Bin Abdul Aziz apalagi kita selalu mengingat dan menjalankan nasehat dari Hasan Al Bashri. Kita, rakyat, seperti kata Goenawan Muhamad, bahkan cuma dianggap ada 5 tahun sekali, ketika masa pemilu tiba dan masa kampanye mulai digelar. <span style="color:black;font-family:Verdana;font-size:10pt;">Kita, rakyat, cuma diingat, diperhatikan, didatangi, dan didengarkan 5 tahun sekali. Kita, rakyat, cuma dianggap sebagai ayah, saudara, dan anak 5 tahun sekali.</span></p>
<p>Dan jika masa pemilu lewat, lewat pulalah masa-masa &#8216;bulan madu&#8217; antara rakyat dan pemimpin itu. Lupalah para pemimpin kita dengan janji-janjinya, dengan program-programnya, Kalau orang Jawa bilang, &#8221; Masih untung bisa ingat rakyat 5 tahun sekali, daripada tidak sama sekali &#8221; Ya, memang masih untung bisa ingat rakyat 5 tahun sekali, tapi sayangnya dalam &#8216;masa ingat rakyat&#8217; yang cuma sekali-kalinya dalam 5 tahun itu pun, masih saja pemimpin-pemimpin kita tega merendahkan dan menghina harga diri rakyatnya.</p>
<p>Suara kita, hak pilih kita yang tak ternilai itu, konon dalam demokrasi kedudukannya setara dengan suara Tuhan, tega mereka beli dan hargai hanya dengan beberapa ratus atau bahkan puluh ribu rupiah. Dan kita, yang lebih sering berpikir pendek dan hanya bisa berpikir besok makan apa dengan senang hati menggadaikan masa depan negeri ini yang sebenarnya adalah juga masa depan kita bersama di tangan pemimpin-pemimpin yang sebenarnya tak lebih dari sekedar tukang sogok, demi uang yang tak seberapa itu.</p>
<p>Sungguh luar biasa negeri ini. Yang tak pernah berkaca dari kesalahan-kesalahan masa lalu hingga selalu terperosok ke dalam lubang kedzaliman, yang tak pernah mengambil teladan dari sikap orang-orang besar di masa lalu, yang selalu salah memilih pemimpin-pemimpinnya. Sungguh luar biasa negeri ini yang hanya untuk menangani anak-anaknya yang protes dengan kebijakan-kebijakan aneh yang kerap diambil ibunya, merasa perlu untuk menurunkan puluhan bahkan ratusan aparat bersenjata pentungan dan peluru karet, menjewer anak-anak nakal itu dengan mendoakan mereka bahkan kalau perlu menjebloskan mereka ke penjara dengan tuduhan ini dan itu. Sungguh luar biasa negeri ini, yang ketika rakyatnya di daerah sampai harus mengorbankan nyawa demi kehormatan dan harga diri partainya, pemimpinnya di atas malah sibuk menjual aset-aset negara.</p>
<p>Sungguh, kita hidup di sebuah negeri yang luar biasa. Sebuah negeri yang menyamakan kejujuran dengan barang antik yang hanya pantas ditaruh di museum. <span style="color:black;font-family:Verdana;font-size:10pt;">Hanya bisa dilihat, dibayangkan, dan dikenang, meski kadang bisa disentuh. Ketika seorang anggota dewan mengembalikan uang suap yang ratusan juta jumlahnya, ketika ada yang menolak dana kadeudeuh ia malah dianggap sebagai pengkhianat atau pencari simpati rakyat.</span></p>
<p>Sebagian lain menganggapnya bodoh dan munafik. Ketika ada anggota dewan yang mengaku pada wartawan bahwa ia disodori amplop yang tak jelas maksud pemberiannya dan ia mengembalikannya, ia malah dimusuhi rekan-rekannya, dituduh mengumbar aib partai atau fraksi, dan ujung-ujungnya di-recall atau dipecat. Dan sekarang, masa ingat rakyat itu hampir tiba. Saksikan saja, betapa sebentar lagi (atau mungkin sudah?) suara kita akan didengar, betapa pertanyaan-pertanyaan kita akan dijawab meski tak jelas, dan betapa-betapa yang lain. Dan sekarang, ketika harus memilih wakil kita yang akan duduk di dewan, ketika presiden dan wakil presiden akan dipilih langsung oleh rakyat, sosok Khalifah Umar Bin Abdul Aziz menjadi sangat kita rindukan untuk menjadi sosok yang akan kita pilih. Sebuah kerinduan yang mungkin akan ditertawakan oleh sebagian orang, sebagai buah dari rasa pesimis yang sebenarnya wajar karena dikecewakan terus-menerus, kekecewaan rakyat kecil kepada pemimpinnya.</p>
<p>Sebuah kerinduan yang harus kita yakini akan dijawab oleh Allah. Pasti ada, walau segelintir, orang-orang yang dianggap aneh, bodoh, munafik, pengkhianat, atau apalah karena keteguhan mereka memegang kebenaran di antara berbagai kebobrokan yang menyergap tanpa ampun, menyusup di segala lini kehidupan.</p>
<p>Pasti ada, segelintir orang yang ingin dan berusaha meneladani kezuhudan, kehati-hatian, dan keberpihakan pada rakyat kecil seperti yang telah dicontohkan oleh Umar Bin Abdul Aziz. Ya, kita semua rakyat yang bisa memupus kerinduan ini. Kitalah yang akan memilih Umar-Umar baru sebagai wakil kita, sebagai pemimpin kita. <span style="color:black;font-family:Verdana;font-size:10pt;">Pada akhirnya, kita jualah yang menentukan masa depan bangsa.</span></p>
<p>sumber: <em><a href="http://abahjanie.multiply.com">http://abahjanie.multiply.com </a></em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/parklife.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/parklife.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parklife.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parklife.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parklife.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parklife.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parklife.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parklife.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parklife.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parklife.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parklife.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parklife.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parklife.wordpress.com&blog=110086&post=22&subd=parklife&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parklife.wordpress.com/2006/09/20/merindukan-sosok-umar-bin-abdul-aziz/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/74737c5c27419f9b4605aa87970184a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parklife</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ayam Negeri Dan Ayam Kampung</title>
		<link>http://parklife.wordpress.com/2006/09/12/ayam-negeri-dan-ayam-kampung/</link>
		<comments>http://parklife.wordpress.com/2006/09/12/ayam-negeri-dan-ayam-kampung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Sep 2006 00:41:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parklife</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parklife.wordpress.com/2006/09/12/ayam-negeri-dan-ayam-kampung/</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari, seorang ayah dan seorang anak laki-lakinya yang sudah menjelang dewasa tampak sedang bersama-sama memberi makanan pada ayam-ayam peliharaan mereka. Keluarga ini memang memelihara banyak ayam dari berbagai jenis, yang terbagi menjadi dua golongan besar, yaitu ayam kampung dan ayam negeri.
Di sela-sela kesibukan itu, tiba-tiba sang ayah bertanya pada anaknya : “Nak, kalau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parklife.wordpress.com&blog=110086&post=21&subd=parklife&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pada suatu hari, seorang ayah dan seorang anak laki-lakinya yang sudah menjelang dewasa tampak sedang bersama-sama memberi makanan pada ayam-ayam peliharaan mereka. Keluarga ini memang memelihara banyak ayam dari berbagai jenis, yang terbagi menjadi dua golongan besar, yaitu ayam kampung dan ayam negeri.</p>
<p>Di sela-sela kesibukan itu, tiba-tiba sang ayah bertanya pada anaknya : “Nak, kalau kau harus memilih, yang mana kau lebih suka, jadi ayam negeri atau jadi ayam kampung?” Sang anak tertegun mendengar pertanyaan tersebut. Ia tidak mampu menjawab.</p>
<p>“Apa maksud ayah?” katanya sejurus kemudian.</p>
<p>“Ini hanya sebuah permisalan. Bila kelak engkau menjadi lebih dewasa nanti, ada dua cara hidup yang bisa engkau pilih, yaitu cara hidup seperti ayam negeri, atau sebagai ayam kampung”, jelas ayahnya.</p>
<p>“Ah, aku tahu ! Tentu aku memilih hidup seperti ayam kampung. Ia selalu bebas pergi ke mana saja ia mau..”, jawab sang anak dengan antusias.</p>
<p>Si ayah yang bijaksana ini tersenyum sambil membenarkan. “Selain kebebasan, masih banyak hal-hal lain yang bisa kita ambil dari kehidupan ayam kampung, dibanding dengan kehidupan ayam negeri”, lanjut ayahnya. Lalu ia mulai berbicara panjang lebar untuk menjelaskan falsafah hidup ayam kampung kepada anak kesayangannya tersebut.</p>
<p>Ayam kampung berbeda terhadap ayam negeri dalam banyak hal. Perbedaan pertama yang telah disebut di atas adalah hal kebebasan. Ayam kampung selalu hidup bebas di alam lepas. Pergi ke sana ke mari mencari makan, bermain, dan bercengkerama. Sementara itu, ayam negeri selalu hidup di kandang yang bagus.</p>
<p>Pada malam hari, ayam kampung tidur seadanya, di mana saja. Tidak perlu di kandang, bahkan acapkali hanya di atas jerami atau pada seutas ranting. Sedangkan ayam negeri siang malam ada di kandang yang nyaman, termasuk waktu tidur. Kandangnya itu, benar-benar dibuat nyaman, bersih karena setiap hari dibersihkan. Kesehatan lingkungannya di jaga, bahkan temperatur ruangan harus selalu diatur dengan nyala lampu agar tetap hangat.</p>
<p>Ayam kampung mencari makan sendiri, berjuang menyibak semak-semak, mengorek sampah, merambah selokan, berpanas dan berhujan menyantap apa saja yang bisa disantapnya. Tidak peduli kotoran dan tidak hirau pelimbahan, demi menyambung hidup yang keras dari hari ke hari.</p>
<p>Ayam negeri di lain pihak, disediakan makanan oleh majikannya dengan makanan khusus. Penuh gizi dan bebas hama. Jadwal teratur, dan tidak boleh menyentuh makanan sembarangan. Sekali-sekali pada waktu-waktu tertentu, ayam negeri juga diberi suntikan agar lebih sehat dan produktif.</p>
<p>Melihat kenyataan itu, tentu terpikir oleh kita bahwa sudah sepantasnya kalau ayam negeri memiliki kelebihan dalam segala hal dibanding ayam kampung. Tapi apa nyatanya? Ayam negeri sangat sensitif. Ada keadaan yang sedikit saja menyimpang dari seharusnya, sakitlah ia. Satu sakit, yang lain pun sakit, dan akhirnya semua mati.<br />
Sebaliknya,.ayam kampung tidak pernah sakit, tubuhnya sehat dan kuat, berkat gemblengan alam. Itu yang membuatnya tidak pernah sakit. Ia pun berjuang setiap hari di alam terbuka, melawan kekerasan alam untuk mencari nafkahnya. Ayam kampung juga memiliki rasa pengorbanan, tidak ragu untuk menyibak semak, mengorek sampah dan merambah selokan, berpanas dan berhujan sambil membimbing anak-anaknya mencari makan, agar mereka tegar seperti induknya.</p>
<p>Sang ayah yang bijaksana tadi berkata lagi : “Lihat, meski bergelimang berbagai kenyamanan, ayam negeri itu sesungguhnya sudah kehilangan identitas sebagai makhluk yang bebas. Statusnya sudah diubah oleh mahluk lain yang bernama manusia, tidak lagi sebagai mahluk hidup, melainkan sebagai mesin. Mesin yang menghasilkan telur dan daging dalam jumlah besar bagi keperluan manusia..”</p>
<p>Moral apa yang bisa kita serap dari fenomena ayam kampung dan ayam negeri ini?</p>
<p>Manusia bisa berkaca dari cermin kehidupan ayam negeri dan ayam kampung. Dalam bekerja mencari nafkah serta meniti karir, kebanyakan generasi muda menghendaki kehidupan nyaman tidak ubahnya bagai kehidupan ayam negeri. Mendambakan hidup nikmat di mana segala kebutuhannya dipenuhi, jauh dari beratnya perjuangan hidup, jauh dari gemblengan dan tantangan alam, bahkan kalau perlu tidak usah tahu dengan yang namanya cucuran keringat serta beratnya banting tulang.</p>
<p>Sejak selesai sekolah, rata-rata pemuda sudah terpola untuk bisa diterima bekerja di sebuah perusahaan besar, menerima gaji besar, mendapat sejumlah jaminan dan fasilitas-fasilitas tertentu, mampu membeli rumah dan mobil sendiri, serta berkantor di salah satu gedung megah dan mewah di kawasan bisnis bergengsi. Sekolah dianggap sebagai sarana yang memberikannya standar pengakuan sebagai tiket untuk mendapatkan semua itu.</p>
<p>Di sana terselip sebuah pengharapan bahwa, semakin tinggi pendidikan yang ditempuh, semakin tinggi pula jabatan yang akan ia peroleh dari perusahaan, dan mereka mengira, semakin santai pula pekerjaan yang akan diberikan kepadanya. Hidup tenang dengan serba berkecukupan bahkan berkelimpahan.</p>
<p>Tak perlu disangsikan lagi bahwa pedoman hidup yang dianut generasi muda ini, sama dan sebangun dengan liku-liku kehidupan ayam negeri. Mereka menginginkan kenyamanan dan berbagai fasilitas yang diberikan oleh majikan, sama seperti ayam negeri menerima kenyamanan dan berbagai fasilitas dari majikannya.</p>
<p>Mereka menginginkan kesehatan dan jadwal hidup yang serba teratur, sama seperti ayam negeri menerima kesemua itu dari majikannya. Mereka memerlukan perhatian penuh tentang kesejahteraan diri dan keluarga, memerlukan tuntunan dan pimpinan untuk memperlancar tugas dan kewajibannya, sama seperti seperti yang diberikan majikan kepada ayam-ayam negeri itu.</p>
<p>Namun mereka tidak menyadari bahwa pada saat yang sama, mereka telah kehilangan kebebasan dirinya, sebagai hak azasi manusia yang paling hakiki. Mereka tidak bisa lagi pergi dan terbang ke sana ke mari seperti seekor elang di langit lepas. Sama seperti yang dialami oleh ayam negeri. Lebih-lebih lagi, mereka telah kehilangan identitas diri sebagai mahluk hidup, karena status dirinya, disadari atau tidak, telah dirubah menjadi mesin yang sangat produktif demi kepentingan majikannya. Juga sama seperti ayam negeri.</p>
<p>Falsafah hidup seperti ayam negeri, benar-benar merupakan suatu hal yang menyesatkan, terutama bagi kalangan muda. Orang akan terpedaya dengan perasaan nikmat dalam kehidupan yang terkungkung di antara sisi-sisi tembok beton kantor atau rumahnya yang mewah. Padahal di luar, masih teramat banyak orang yang tidak cukup beruntung untuk mendapatkan pekerjaan, hidup susah di rumah-rumah kumuh dan pengap.</p>
<p>Falsafah ayam negeri hanya mengajarkan manusia untuk memuja kenyamanan diri semata. Meski tidak ada yang salah untuk memperoleh kesejahteraan, kesenangan dan kemewahan bagi diri dan keluarga, namun pola hidup demikian cenderung membuat orang menjadi figur yang selfish dan egois, selalu mementingkan diri sendiri. Tidak ada lagi rasa prihatin dan empati kepada sesama. Apalagi keinginan berkorban untuk orang lain.</p>
<p>Sindrom kenikmatan juga akan menyebabkan kaum muda kehilangan semangat dan daya juang, sehingga tidak akan mau lagi ikut memikirkan bagaimana berpartisipasi untuk memajukan negara dan bangsa, mengentaskan kemiskinan rakyat jelata dan berbagai aspek sosial lainnya yang amat dibutuhkan oleh masyarakat banyak.</p>
<p>Di ujung rangkaian dari berbagai kesenangan yang memabukkan itu, akhirnya akan muncullah masalah yang paling berat, yaitu kenyataan bahwa generasi muda akan menjelma menjadi generasi yang ringkih, getas dan sensitif. Generasi yang mudah patah saat dihadapkan pada situasi krisis, sebagai akibat terlalu dimanjakan oleh kenikmatan. Lagi-lagi sama seperti ayam negeri yang sensitif terhadap berbagai penyakit.</p>
<p><span style="font-style:italic;">sumber: <a href="http://rusmanhakim.blogspot.com" title="rusman hakim">http://rusmanhakim.blogspot.com</a></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/parklife.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/parklife.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parklife.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parklife.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parklife.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parklife.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parklife.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parklife.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parklife.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parklife.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parklife.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parklife.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parklife.wordpress.com&blog=110086&post=21&subd=parklife&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parklife.wordpress.com/2006/09/12/ayam-negeri-dan-ayam-kampung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/74737c5c27419f9b4605aa87970184a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parklife</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemuda Cina Kuno</title>
		<link>http://parklife.wordpress.com/2006/09/11/pemuda-cina-kuno/</link>
		<comments>http://parklife.wordpress.com/2006/09/11/pemuda-cina-kuno/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Sep 2006 13:50:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parklife</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parklife.wordpress.com/2006/09/11/pemuda-cina-kuno/</guid>
		<description><![CDATA[3000 tahun lalu, kaum terapung dari negeri Cina kuno tinggal di atas rumah-rumah di atas air. Mereka makan malam di udara terbuka.
Setiap keluarga tinggal di atas panggung di sebuah teluk. Ketika seorang anak lelaki sudah tumbuh dewasa, dia akan berdiri di tepi panggungnya dan memanggil. Gadis yang dicintainya akan memanggilnya kembali. Lalu pemuda itu akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parklife.wordpress.com&blog=110086&post=20&subd=parklife&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span class="judul"></span>3000 tahun lalu, kaum terapung dari negeri Cina kuno tinggal di atas rumah-rumah di atas air. Mereka makan malam di udara terbuka.<br />
Setiap keluarga tinggal di atas panggung di sebuah teluk. Ketika seorang anak lelaki sudah tumbuh dewasa, dia akan berdiri di tepi panggungnya dan memanggil. Gadis yang dicintainya akan memanggilnya kembali. Lalu pemuda itu akan membangun sebuah jembatan dari panggungnya menuju panggung si gadis.<br />
Jika keluarga si pemuda menyukai si gadis, mereka akan membantu membangun jembatan itu. kedua rumah mereka akn digabungkan dan kedua keluarga akan menjadi satu.<br />
Pada suatu hari, seorang pemuda mendengar bisikan dari cakrawala. Bisikan itu datang dari seorang gadis yang tinggal nun jauh di sana. Mereka memanggil dalam kurun waktu yang lama. Mereka memutuskan untuk menikah.<br />
Keluarga si pemuda bilang tidak. Gadis itu berasal dari kalangan berbeda dan terlalu jauh. Tapi si pemuda bersikeras. Ia mulai membangun jembatan menuju cakrawala. Ia menggali dalam ke dasar laut untuk membangun fondasi yang kuat.<br />
Keluarganya tidak membantu. Kata mereka, tradisi menikahi tetangga memberikan kekuatan pada komunitas mereka.<br />
Mereka menamakan jembatan si pemuda ”Jembatan Bisikan”. Mereka menyuruhnya berhenti membangunnya. Namun si pemuda tidak peduli. Ia membangun jembatan itu selama delapan tahun.<br />
Ketika jembatan selesai, ia bertemu dengan gadis yang berbisik dari cakrawala. Mereka pun menikah di atas jembatan istimewa itu.<br />
Tahun berikutnya, badai besar datang menghantam. Badai itu memusnahkan rumah panggung kaum terapung. Namun jembatan bisikan itu tetap tegar!<br />
Dan begitulah pula dengan kita. Benda yang membutuhkan waktu lama untuk membangunnya akan membutuhkan waktu lama pula untuk memusnahkannya.<br />
Melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan itu memang sulit. Tapi setelah ia tuntas, maka tidak bisa lagi dibuyarkan. Untuk memastikan agar tradisi lama tetap bisa mempertahankan kekuatanny, maka ubahlah.</p>
<p>Kunci-kunci Sukses<br />
Bagi anda yang ingin sukses dalam bisnis, maka cerita di atas harusnya memberi inspirasi dan semangat. Dalam cerita itu, terkandung kuknci-kunci sukses yang abadi.<br />
Kunci-kunci itu tak terbantahkan. Ia telah berulang kali digunakan oleh semua orang sukses. Tak peduli orang-orang sukses tersebut tadinya miskin, cacat, didiskriminasi, bodoh, mau bunuh diri, atau bagaimana pun. Kunci-kunci itu telah menolong mereka. Kunci-kunci yang sama akan terus menolong siapa saja yang benar-benar ingin sukses. Apa saja kunci-kunci sukses dalam cerita itu? Saya menemukan tiga kunci utama:</p>
<p>1.	Tujuan yang jelas<br />
Tujuan sang pemuda jelas. Ia harus menghubungkan rumahnya dengan rumah gadis idamannya dengan sebuah jembatan. Sang pemuda tahu, jembatan itu panjang. Maka ia membangun jembatan yang sangat kuat. Karenanya, jembatan itu harus dibangnun dengan fondasi yang sangat dalam ke dasar laut. Perhitungan tepat. Jembatan itu tahan dihantam badai.<br />
Tujuan jelas sangat penting dalam bisnis. Inilah awal semua cerita bisnis. Apakah tujuan anda berbisnis? Apakah uang dan kekayaan melimpah? Atau kedudukan terhormat? Popularitas? Atau pembuktian diri, atau apa?<br />
Buatlah tujuan bisnis anda untuk: Memberi manfaat besar bagi sesama dengan menggunakan kekayaan berlimpah. Setelah menetapkan tujuan, berhati-hatilah pada Pencuri Mimpi, yaitu orang-orang yang berusaha mencuri tujuan anda. Mereka menghalangi anda, lemahkan semangat anda, mereka ungkapkan masalah dan resiko yang akan anda hadapi. Mereka juga meramal kegagalan anda.<br />
Bila anda turuti mereka, pasti anda akan berhenti. Sang Pemuda Cina akan berhenti membangun jembatan ketika ea mendengar kata-kata keluarganya untuk berhenti dan hanya mencari istri dari tetangganya saja. Keluarga sang pemuda telah berusaha menjadi pencuri mimpi. Untung sang pemuda tak mendengarkannya.<br />
2.	Berani Mengubah Tradisi<br />
Sang pemuda Cina hidup dalam suatu tradisi. Menikah dengan tetangga. Tapi ia tidak mau menerima tradisi itu. Ia bermaksud mengubahnya. Ia menginginkan sesuatu yang tidak biasa dilakukan orang-orang di tempat tinggalnya. Karena itu ia jadi orang luar biasa. Meski untuk itu ia harus membayar harganya. Tidak didukung keluarga dalam kerja besarnya. Dalam diri setiap manusia, ada hambatan mental. Untuk mengatasinya anda harus fokus pada tujuan. Cara praktis, anda teriakkan tujuan anda berulang kali. Cara kedua, ingatlah bila anda menyerah anda harus memulai berjuang dari awal. Cara ketiga, ingatlah bahwa semua hal buruk itu pasti berlalu. Cara keempat, berkumpullah dengan orang-orang yang sudah sukses mengatasi hambatan mental dalam dirinya. Cara kelima, bacalah kisah-kisah hidup orang-orang sukses. Cara keenam, lihat sekeliling anda. Cari orang gagal, perhatikan hidup orang yang menderita. Jika anda tidak mau seperti mereka, anda harus berbuat yang berbeda dengan mereka.<br />
3.	Kesabaran Tiada Akhir<br />
Sang pemuda Cina sukses. Kesuksesan yang ia raih karena ia BERSABAR TIADA AKHIR.</p>
<p><i>sumber: <a href="http://www.ikaoke.com/" title="ikaoke">http://www.ikaoke.com/</a></i></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/parklife.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/parklife.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parklife.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parklife.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parklife.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parklife.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parklife.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parklife.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parklife.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parklife.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parklife.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parklife.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parklife.wordpress.com&blog=110086&post=20&subd=parklife&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parklife.wordpress.com/2006/09/11/pemuda-cina-kuno/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/74737c5c27419f9b4605aa87970184a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parklife</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>To Be Or Not To Be</title>
		<link>http://parklife.wordpress.com/2006/09/02/to-be-or-not-to-be/</link>
		<comments>http://parklife.wordpress.com/2006/09/02/to-be-or-not-to-be/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Sep 2006 07:59:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parklife</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://parklife.wordpress.com/2006/09/02/to-be-or-not-to-be/</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pemimpin bangsa Cina modern, Dr. Sun Yat Sen, adalah orang yang menpopulerkan semboyan “to be or not to be”. Secara bebas, semboyan tersebut bisa diterjemahkan menjadi : “berhasil atau tidak berhasil”.
Kata-kata tersebut mengandung arti yang dalam. Manusia harus selalu menyadari bahwa sistem dualisme selalu mengatur dunia ini dalam dua kutub yang saling berlawanan. Ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parklife.wordpress.com&blog=110086&post=19&subd=parklife&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seorang pemimpin bangsa Cina modern, Dr. Sun Yat Sen, adalah orang yang menpopulerkan semboyan “to be or not to be”. Secara bebas, semboyan tersebut bisa diterjemahkan menjadi : “berhasil atau tidak berhasil”.</p>
<p>Kata-kata tersebut mengandung arti yang dalam. Manusia harus selalu menyadari bahwa sistem dualisme selalu mengatur dunia ini dalam dua kutub yang saling berlawanan. Ada gelap ada terang, ada tinggi ada rendah, ada besar ada kecil dan seterusnya. Oleh sebab itu, dalam mengejar suatu cita-cita, perlu selalu dipahami bahwa pilihannya juga hanya ada dua, yaitu berhasil atau gagal.</p>
<p>Berhasil berarti kemenangan, gagal berarti kehancuran. Maka, dalam hal perjuangan mencapai cita-cita luhur, tidak ada kompromi. Tidak ada pilihan untuk setengah berhasil atau setengah gagal. Yang ada hanya “berhasil” ! Kita menolak kegagalan, sehingga kegagalan harus dicoret dari kamus kehidupan kita.</p>
<p>Para pemimpin telah menetapkan bahwa pilihan harus hanya satu, yaitu “berhasil”. Tidak pernah ada kegagalan. Yang mungkin ada hanyalah “belum berhasil”, bukan kegagalan.</p>
<p>Para kandidat yang ingin menjadi pemimpin usaha yang berhasil, harus benar-benar mengambil intisari pelajaran ini. Tidak akan pernah ada kegagalan, selama kita belum berhenti berusaha. Sir Winston Churchill mengatakan : “Jangan mengaku kalah ! Jangan, jangan dan jangan pernah menyerah dalam hal apa pun yang Anda lakukan !”</p>
<p>Perlu dimengerti bahwa suatu perjalanan panjang menuju cita-cita adalah suatu garis penghubung antara dua titik yang saling berjauhan, yang satu di sini yang lain nun jauh di sana, dan diantara keduanya terdapat serangkaian gunung terjal serta lembah dan jurang yang curam. Gunung terjal menempatkan kita di posisi ketinggian pada satu saat, sedangkan lembah dan jurang mengharuskan kita berada di kerendahan pada saat berikutnya.</p>
<p>Tidak ada sesuatu yang salah dengan hal itu, semua wajar-wajar saja dan memang seharusnya begitu. Demikian juga berbagai kemenangan dan kejatuhan kecil sepanjang perjalanan menuju sukses, adalah suatu hal yang wajar-wajar saja dan memang harus dilalui. Tidak ada jalan pintas. Tiada kebahagian tanpa pengorbanan, jer basuki mowo beo, pepatah Jawa mengatakan.</p>
<p>Sebuah perjalanan hidup adalah sebuah proses belajar tanpa henti. Tidak ada garis finish, kecuali saat kematian. Dan aturan alam menghendaki bahwa proses belajar memang harus sarat dengan jatuh bangun, karena jatuh bangun akan membuat manusia menjadi makin matang dan piawai. Jatuh bangun membentuk pengalaman, sedangkan pengalaman adalah guru terbaik bagi siapa pun.</p>
<p>Seseorang yang belajar mengendarai sepeda akan lebih mahir setelah mengalami jatuh bangun sebanyak 100 kali daripada orang lainnya yang hanya mengalami hal itu sebanyak 50 kali. Seorang anak balita (usia di bawah lima tahun) yang mengalami jatuh bangun lebih banyak ketika belajar berjalan, akan lebih kuat dan lebih waspada daripada anak lainnya yang mengalaminya lebih sedikit.</p>
<p>Demikian juga seorang uahawan yang berkali-kali mengalami kejatuhan sebelum sukses, akan menjadi pengusaha yang tangguh dan tak perlu diragukan lagi kepiawaiannya.</p>
<p>Berdasarkan hal-hal itu, tulisan ini ingin memberi pesan kepada semua saja, baik yang sudah dalam proses jadi pengusaha mau pun yang masih menjadi karyawan, agar dalam usaha mewujudkan cita-cita jangan sekali-kali mengenal kata menyerah.</p>
<p>Nikmatilah kerja, karena kenikmatan sejati terletak pada penjiwaan dan penghayatan kerja, bukan pada hasilnya, baik berupa uang mau pun materi lainnya. Kenikmatan kerja sifatnya abadi, sementara kenikmatan materi bersifat sementara, berjangka pendek dan menyesatkan.</p>
<p>Rusman Hakim<br />
Pengamat Kewirausahaan</p>
<p>sumber: http://rusmanhakim.blogspot.com/</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/parklife.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/parklife.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parklife.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parklife.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parklife.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parklife.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parklife.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parklife.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parklife.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parklife.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parklife.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parklife.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parklife.wordpress.com&blog=110086&post=19&subd=parklife&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parklife.wordpress.com/2006/09/02/to-be-or-not-to-be/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/74737c5c27419f9b4605aa87970184a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parklife</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>YA UKHTI…, JAUHILAH TABARRUJ…!</title>
		<link>http://parklife.wordpress.com/2006/08/19/ya-ukhti%e2%80%a6-jauhilah-tabarruj%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://parklife.wordpress.com/2006/08/19/ya-ukhti%e2%80%a6-jauhilah-tabarruj%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Aug 2006 02:13:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parklife</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://parklife.wordpress.com/2006/08/19/ya-ukhti%e2%80%a6-jauhilah-tabarruj%e2%80%a6/</guid>
		<description><![CDATA[
Apa itu Tabarruj…?
Tabarruj yakni bila “seorang wanita menampakkan perhiasannya dan kecantikannya serta terlihat bagian-bagian yang seharusnya wajib ditutupi, dimana bagian-bagian itu akan memancing syahwat pria.” [ Fathul Bayan 7 / 274 ]
Allah Azza wajalla tentang permasalahan ini bersabda dalam Surah Al-Ahzab:
(٣٣) ~ وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parklife.wordpress.com&blog=110086&post=16&subd=parklife&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://www.ahlussunnah-jakarta.org/images/bismillah.gif" /></p>
<p>Apa itu Tabarruj…?<br />
Tabarruj yakni bila “seorang wanita menampakkan perhiasannya dan kecantikannya serta terlihat bagian-bagian yang seharusnya wajib ditutupi, dimana bagian-bagian itu akan memancing syahwat pria.” [ Fathul Bayan 7 / 274 ]</p>
<p>Allah Azza wajalla tentang permasalahan ini bersabda dalam Surah Al-Ahzab:</p>
<p>(٣٣) ~ وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا ¯<br />
artinya:<br />
<i>Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kalian bertabarruj seperti bertabarruj-nya wanita jahiliyyah dahulu, dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan ta`atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul-bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. [QS Al-Ahzab : 33 ]</i><br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Imam Adz~Dzahabi berkata dalam “Al~Kaba`ir” yakni “Di antara perbuatan yang menyebabkan para wanita mendapat laknat adalah menampakkan perhiasan emas dan permata yang ada di balik pakaiannya, memakai misk, anbar (nama sejenis minyak wangi) dan parfum jika keluar dari rumah, memakai pakaian-pakaian yang dicelup, sarung-sarung sutera dan penutup kepala yang pendek, bersamaan dengan itu dia memajangkan pakaian, meluaskan dan memanjangkan ujung lengan pakaian. Semua itu termasuk tabarruj yang Allah murkai. Allah murka kepada pelakunya di dunia dan akhirat. Karena perbuatan-perbuatan ini yang banyak dilakukan wanita, Rasulullah Shalallohu`alaihi wasallam bersabda:<br />
“&#8230;&#8230;. Aku memandang ke neraka, maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah wanita.”<br />
Hadits ini diriwayatkan oleh :<br />
1. &#8211; Bukhari dalam kitab Bad’ul Khalq bab Maa Ja’a fi Shifatil Jannah (kitab 59 bab VIII).<br />
2. &#8211; Tirmidzi dalam kitab Shifatil Jahannam bab Maa Ja’a Anna Aktsara Ahli Nar An Nisa’ (kitab 40 bab XI hadits ke-2602), dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi 2098 dari Ibnu Abbas.<br />
3. &#8211; Ahmad 2/297 dari Abu Hurairah. Dan hadits ini dishahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’ 1030.</p>
<p>Dari Imran bin Hushain berkata : “Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam bersabda :<br />
“Sesungguhnya penghuni Surga yang paling sedikit adalah para wanita&#8230;.’ “<br />
(HR. Muslim 95, 2738. An Nasa’i 385)</p>
<p>Saya (Syaikh Al~Albani, pent.) berkata: “Islam telah bersikap keras dalam memperingatkan ummatnya dari perbuatan tabarruj ini hingga menyandingkannya dengan kesyirikan, zina, mencuri dan perbuatan haram lainnya. Itu terjadi ketika Nabi Shalallohu`alaihi wasallam membai`at para wanita agar mereka tidak melakukan hal-hal itu. Abdullah bin `Amr radhiyallahu`anhu berkata: Umaimah binti Ruqaiqah datang kepada Rasulullah Shalallohu`alaihi wasallam untuk berbai`at kepada beliau, maka beliau berkata:<br />
“Saya akan membai’atmu untuk engkau tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, jangan engkau mencuri, berzina, membunuh anakmu, melakukan kebohongan yang engkau buat antara hadapanmu dan antara dua kakimu, jangan meratap dan jangan bertabarrujnya jahiliyyah dahulu.”</p>
<p>Ketahuilah, bukan termasuk perkara terlarang sedikitpun jika pakaian wanita yang dia pakai berwarna putih atau hitam, sebagaimana yang dianggap oleh sebagian wanita yang komit terhadap Sunnah.<br />
Itu dengan alasan :</p>
<ul>
<li>Pertama : Sabda Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam yang berbunyi: “ Parfum wanita adalah yang jelas warnanya dan lembut harumnya &#8230; “</li>
</ul>
<ul>
<li>Kedua : Pengalaman para wanita sahabat, dengan kisah sebagai berikut :</li>
</ul>
<blockquote>
<ol>
<li>Dari Ibrohim An Nakha’i bahwa dia masuk bersama Alqamah serta Al Aswad kepada isteri – isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka dia melihat mereka menyelimuti diri mereka dengan pakaian berwarna merah.</li>
<li>Dari Ibnu Abi Mulaikah, ia berkata; Aku melihat Ummu Salamah mengenakan jilbab dan berselimut dengan pakaian yang dicelup ddengan warna mu`ashfar (campuran antara kuning dan merah).</li>
<li>Dari Al qosim, yaitu Ibnu Muhammad bin Abi Bakr Ash Shiddiq dia berkata bahwa ‘Aisyah memakai pakaian yang dicelup dengan mu’ashfar, padahal dia waktu itu sedang ihram.”</li>
</ol>
</blockquote>
<p>( Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah 120-123 dengan sedikit ringkasan).</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Disadur dari Buletin Islamiy Al-Minhaj, edisi I /I Rubrik “Mar`ah Sholihah”<br />
Terbitan Maktabah Adz Dzahabi Group</p>
<p>Sumber:<br />
<i>www.darussalaf.or.id</i></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/parklife.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/parklife.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parklife.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parklife.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parklife.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parklife.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parklife.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parklife.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parklife.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parklife.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parklife.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parklife.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parklife.wordpress.com&blog=110086&post=16&subd=parklife&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parklife.wordpress.com/2006/08/19/ya-ukhti%e2%80%a6-jauhilah-tabarruj%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/74737c5c27419f9b4605aa87970184a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parklife</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ahlussunnah-jakarta.org/images/bismillah.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Malu Mengatakan Aku Tidak Tahu</title>
		<link>http://parklife.wordpress.com/2006/08/19/jangan-malu-mengatakan-aku-tidak-tahu/</link>
		<comments>http://parklife.wordpress.com/2006/08/19/jangan-malu-mengatakan-aku-tidak-tahu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Aug 2006 02:06:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parklife</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://parklife.wordpress.com/2006/08/19/jangan-malu-mengatakan-aku-tidak-tahu/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;
Allah subhanahu wata’ala mencela orang-orang yang berkata tentang sesuatu dengan tanpa ilmu, Dia mencela mereka di dalam Kitab-Nya yang Agung dan melalui lisan rasul-Nya yang mulia. Ini disebabkan karena ucapan tanpa ilmu adalah menyesatkan bukan memberi petunjuk, merusak bukannya mem-bangun. Sedangkan ucapan seseorang “Aku tidak tahu” dalam suatu hal yang tidak dia ketahui maka ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parklife.wordpress.com&blog=110086&post=15&subd=parklife&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="konten">&nbsp;</p>
<p align="justify">Allah <i>subhanahu wata’ala</i> mencela orang-orang yang berkata tentang sesuatu dengan tanpa ilmu, Dia mencela mereka di dalam Kitab-Nya yang Agung dan melalui lisan rasul-Nya yang mulia. Ini disebabkan karena ucapan tanpa ilmu adalah menyesatkan bukan memberi petunjuk, merusak bukannya mem-bangun. Sedangkan ucapan seseorang <b>“Aku tidak tahu”</b> dalam suatu hal yang tidak dia ketahui maka ini bukanlah aib, bukan cela dalam ilmunya maupun dalam kemampuannya, bahkan merupakan cerminan kesem-purnaan pengetahuannya.</p>
<p>Ketika Allah <i>subhanahu wata’ala</i> bertanya kepada para Rasul tentang ummatnya sepeninggal mereka, yakni tatkala mereka dikumpulkan pada hari Kiamat maka para rasul menjawab, “tidak tahu.” Allah <i>subhanahu wata’ala</i> berfirman, artinya,<br />
<i>“(Ingatlah), hari diwaktu Allah mengumpulkan para rasul, lalu Allah bertanya (kepada mereka), &#8220;Apa jawaban kaummu terhadap (seruan)-mu&#8221;. Para rasul menjawab, &#8220;Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu); sesungguhnya Engkaulah yang mengetahui perkara yang ghaib&#8221;.</i> (QS. Al-Maaidah:109)</p>
<p>Demikian para rasul ketika Allah <i>subhanahu wata’ala</i> bertanya tentang ummatnya, <i>“Apa jawaban ummatmu terhadap seruanmu?” </i> Maka mereka menjawab, <i>“Kami tidak mempunyai pengetahuan tentang itu,” </i> pengetahuan tentang itu hanya ada pada-Mu wahai Rabb kami, Engkau lebih mengetahui daripada kami, sebab Engkaulah yang mengetahui perkara ghaib, yaitu Engkau mengetahui segala sesuatu yang ghaib dan yang tampak.” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, Syaikh Abdur Rahman bin Nashir as-Sa&#8217;di, 2/36)</p>
<p>Ketika Allah <i>subhanahu wata’ala</i> bertanya kepada para malaikat tentang nama-nama benda yang ada di bumi, maka para malaikat menjawab sebagaimana firman-Nya, artinya,<br />
<i>Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman, “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika memang kamu orang yang benar!” Mereka menjawab, “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” </i> (QS. Al-Baqarah:31-32)</p>
<p>Para malaikat tidak malu untuk menyerahkan perkara yang tidak mereka ketahui kepada yang mengetahuinya yakni Allah <i>subhanahu wata’ala</i>.</p>
<p>Ilmu merupakan lautan yang tidak bertepi, dan tidak ada yang dapat meliputinya kecuali Dzat yang Maha Meliputi segala sesuatu dengan ilmu, Allah Yang Maha Agung.</p>
<p>Adapun manusia, maka seluruh manusia hanya mempunyai perbekalan sedikit dari ilmu, sebagaimana firman Allah <i>subhanahu wata’ala</i>, artinya, <i>&#8220;Dan tiadalah kalian diberikan ilmu kecuali hanya sedikit.&#8221; </i> (QS. Al-Israa’: 85). Jika demikian, maka bukan hal yang memalukan dan bukan merupakan aib jika seorang guru, ustadz atau siapa saja mengatakan tidak tahu terhadap apa yang tidak dia ketahui.</p>
<p>Al-Mawardi <i>rahimahullah</i> dalam Adabu ad-Dunya wa ad-Diin hal 123 mengatakan, “Jika seseorang tidak dapat menguasai sesuatu dengan ilmu maka bukan merupakan cela jika dia bodoh dalam sebagiannya. Dan jika bodoh dalam sebagian perkara bukan suatu aib maka bukan merupakan keburukan jika seseorang mengatakan “Aku tidak tahu” dalam hal yang tidak ia ketahui.”</p>
<p>Bahkan merupakan keburukan yang sangat besar jika seseorang melakukan penipuan terhadap orang lain dengan ucapan yang salah dan ngawur. Para siswa atau pun masyarakat pada umumnya jika mendapati seorang pengajar atau ustadz yang memberikan jawaban salah (ngawur) hanya semata-mata agar bebas dari satu kasus tertentu, maka suatu saat kebohongannya pasti akan tersingkap baik dalam waktu dekat atau lambat. Dan yang terjadi setelah itu adalah para siswa atau orang-orang akan kehilangan keper-cayaan terhadap setiap pengajaran dan informasi yang dia sampaikan.</p>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wasallam</i> sendiri ketika beliau ditanyai sesuatu lalu beliau tidak mengetahui jawabannya, maka beliau mengatakan, “Aku tidak tahu,” sehingga turun wahyu kepada beliau tentang hal tersebut.</p>
<p>Suatu ketika ada seorang laki-laki datang kepada Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wasallam</i>, lalu bertanya, “Wahai Rasulullah tempat manakah yang paling baik? Maka beliau  menjawab, <i>“Aku tidak tahu.” </i> Lalu      orang tersebut bertanya lagi, “Tempat manakah yang paling buruk?” Maka Rasulullah menjawab, <i>“Aku tidak tahu.” </i> Orang tersebut lalu berkata, “Tanyakanlah kepada Rabbmu.” Maka datanglah Jibril <i>’alaihissaalam</i> kepada Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wasallam</i>, lalu beliau berkata, <i>&#8220;Wahai Jibril tempat manakah yang paling baik?</i> Jibril menjawab, <i>“Aku tidak tahu.” </i> Lalu Nabi bertanya lagi, <i>“Tempat manakah yang paling buruk?” </i> Maka Jibril menjawab, <i>“Aku tidak tahu.”</i></p>
<p>Demikianlah, hingga akhirnya Jibril <i>’alaihissaalam</i> bertanya kepada Allah <i>subhanahu wata’ala</i>, sehingga diberitahukan bahwa tempat yang paling baik adalah masjid-masjid, dan tempat yang paling buruk adalah pasar-pasar.</p>
<p>Abu Bakar <i>radhiyallahu ‘anhu</i> juga telah mem-berikan contoh kepada kita dalam meneladani Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wasallam</i>. Dia mengatakan, “Langit yang manakah tempat aku bernaung, bumi manakah tempat aku berpijak jika aku mengatakan tentang Kitabullah dengan tanpa ilmu?”</p>
<p>Ibnu Mas&#8217;ud <i>radhiyallahu ‘anhu</i> juga mengatakan, “Sesungguhnya termasuk bagian dari ilmu jika engkau mengatakan tentang sesuatu yang tidak engkau ketahui, ‘Allahu a&#8217;lam (Allah yang lebih tahu).”</p>
<p>Ali bin Abi Thalib <i>radhiyallahu ‘anhu</i> pernah mengatakan sebagaimana diriwayat-kan oleh Asy-Sya&#8217;bi, bahwa beliau keluar menemui para tabi&#8217;in lalu berkata, “Sungguh membuat hati menjadi sejuk.” Lalu ditanyakan, “Apakah itu?” Beliau berkata, “Engkau mengatakan, “Allahu a&#8217;lam” terhadap sesuatu yang tidak engkau ketahui.”</p>
<p>Nafi&#8217; mantan budak Ibnu Umar <i>radhiyallahu ‘anhu</i> meriwayatkan dari beliau, dia mengatakan, “Bahwa Ibnu Umar apabila ditanya tentang sesuatu yang tidak dia ketahui dia menjawab, “Tidak tahu, aku tidak memiliki pengetahuan tentang itu.” Dan tentunya masih banyak ucapan-ucapan yang semakna dengan ini dari para shahabat, para imam dan ulama kaum muslimin.</p>
<p>Seorang penyair berkata,<br />
<i>Jika kau tak tahu tentang sesuatu yang ditanyakan padamu<br />
Sementara tentangnya engkau tidak punya ilmu<br />
Maka jangan katakan dengan tanpa kepahamanmu<br />
Sesungguhnya kesalahan adalah cela bagi ahli ilmu</p>
<p>Jika engkau tidak tahu akan suatu perkara<br />
Maka katakan aku tidak tahu jawabannya<br />
Inilah bagian dari ilmu di sisi para ulama<br />
Demikian selalu dikatakan oleh para hukama.</i></p>
<p>Dari pembahasan di atas dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu:</p>
<ul>
<li>Ucapan dengan tanpa ilmu adalah perbuatan yang tercela, baik menurut Kitabullah maupun sabda Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wasallam</i>.</li>
<li>Orang yang berbicara dengan tanpa ilmu maka dia merusak bukan membawa kebaikan.</li>
<li>Ketidaktahuan tentang sesuatu bukan merupakan aib dan kekurangan bagi seorang guru (pengajar).</li>
<li>Rasa malu atau keengganan mengucapkan, “saya tidak tahu” jangan sampai menyebabkan seorang pengajar memberikan informasi yang salah kepada para pelajar.</li>
<li>Setiap pengajar wajib menanamkan pondasi sikap ini kepada seluruh siswa dan menekankan hal tersebut.</li>
<li>Ucapan “saya tidak tahu” adalah bagian dari ilmu bahkan Abu Darda&#8217; <i>radhiyallahu ‘anhu</i> mengatakan bahwa ia adalah separuh dari ilmu.”
<p><b><br />
</b></li>
</ul>
<p><i>Sumber:  “Al Mu’allim  al  Awwal,  Fuad bin Abdul Aziz Al Syalhub (Kholif Abu Ahmad)</i></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/parklife.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/parklife.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parklife.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parklife.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parklife.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parklife.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parklife.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parklife.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parklife.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parklife.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parklife.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parklife.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parklife.wordpress.com&blog=110086&post=15&subd=parklife&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parklife.wordpress.com/2006/08/19/jangan-malu-mengatakan-aku-tidak-tahu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/74737c5c27419f9b4605aa87970184a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parklife</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa tujuan penciptaan manusia?</title>
		<link>http://parklife.wordpress.com/2006/08/18/apa-tujuan-penciptaan-manusia/</link>
		<comments>http://parklife.wordpress.com/2006/08/18/apa-tujuan-penciptaan-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Aug 2006 04:03:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parklife</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://parklife.wordpress.com/2006/08/18/apa-tujuan-penciptaan-manusia/</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum menjawab pertanyaan ini, saya ingin meng-ingatkan pada kaidah umum tentang apa yang diciptakan Allah Ta&#8217;ala dan apa yang disyari’atkan-Nya. Kaidah ini diambil dari firman Allah Ta&#8217;ala:
“Sesungguhnya Dialah yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.” (Yusuf: 83), dan firman-Nya:
“Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.” (Al-Ahzab: 1) serta ayat-ayat lainnya yang menunjukkan tentang pene-tapan hikmah Allah Ta&#8217;ala [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parklife.wordpress.com&blog=110086&post=11&subd=parklife&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sebelum menjawab pertanyaan ini, saya ingin meng-ingatkan pada kaidah umum tentang apa yang diciptakan Allah Ta&#8217;ala dan apa yang disyari’atkan-Nya. Kaidah ini diambil dari firman Allah Ta&#8217;ala:<br />
“Sesungguhnya Dialah yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.” (Yusuf: 83), dan firman-Nya:<br />
“Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.” (Al-Ahzab: 1) serta ayat-ayat lainnya yang menunjukkan tentang pene-tapan hikmah Allah Ta&#8217;ala pada apa yang diciptakan-Nya dan apa yang disyari’atkan-Nya, yaitu ketentuan-ketentuan-Nya dalam penciptaan dan syari’at. Sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang diciptakan Allah Ta&#8217;ala kecuali ada hikmahnya, baik itu dalam hal mengadakannya ataupun meniadakannya, dan tidak ada sesuatu pun yang disyari’atkan Allah Ta&#8217;ala kecuali untuk suatu hikmah, baik itu yang diwajibkan, atau yang diha-ramkan ataupun yang dibolehkan.<br />
Namun kadang-kadang hikmah-hikmah yang tercakup dalam hikmah penciptaan dan pensyari’atan itu kita ketahui, kadang pula tidak kita ketahui dan ada pula yang hanya diketahui oleh sebagian orang saja sesuai dengan ilmu dan pemahaman yang diberikan Allah Ta&#8217;ala kepada mereka. Demikianlah, maka kami katakan; bahwa sesungguh-nya Allah Ta&#8217;ala menciptakan jin dan manusia untuk suatu hikmah yang agung dan tujuan yang mulia, yaitu untuk beribadah (menghamba) kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya:<br />
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56).<br />
“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembali-kan kepada Kami?” (Al-Mukminun: 115).<br />
“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?” (Al-Qiyamah: 36).<br />
Dan masih banyak ayat-ayat lainnya yang menunjukkan bahwa Allah Ta&#8217;ala mempunyai hikmah yang agung dalam penciptaan jin dan manusia, yaitu untuk beribadah kepada-Nya.<br />
Ibadah adalah tunduk dan patuh kepada Allah Ta&#8217;ala dengan penuh kecintaan dan pengagungan dalam melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya sesuai dengan tuntunan yang ditetapkan dalam syari’at-syari’at-Nya. Allah Ta&#8217;ala berfirman,<br />
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.” (Al-Bayyinah: 5).<br />
Jadi, itulah hikmah penciptaan jin dan manusia. Dan berdasarkan ini, maka barangsiapa yang membelakangi Rabbnya dan enggan beriba-dah kepada-Nya, berarti ia telah mencampakkan hikmah penciptaan para hamba, dan perbuatannya itu berarti persaksiannya bahwa Allah Ta&#8217;ala telah menciptakan makhluk dengan sia-sia, kendati hal itu tidak dinyata-kannya, namun telah menunjukkan keangkuhan dan kesombongannya untuk taat kepada Rabbnya.</p>
<p><i>www.alsofwah.or.id </i></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/parklife.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/parklife.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parklife.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parklife.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parklife.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parklife.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parklife.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parklife.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parklife.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parklife.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parklife.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parklife.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parklife.wordpress.com&blog=110086&post=11&subd=parklife&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parklife.wordpress.com/2006/08/18/apa-tujuan-penciptaan-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/74737c5c27419f9b4605aa87970184a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parklife</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>